Iman Yang Menyelamatkan Kita Dari KetidakPastian

Rikson Doo
(XI IPS, SMA YPPK Seminari Petrus van Diepen)
Dalam realitas dan dinamika kehidupan, tentu kita tidak terlepas dari kebingungan, kecemasan, ketakutan, bahkan kegelapan yang sering menghantui dan menguasai hidup kita. Hidup kita seakan-akan terhampar di tengah hutan liar yang tidak memiliki jalan keluar karena dipenuhi pepohonan tinggi, rerumputan lebat, dan suasana yang terasa asing bagi kehidupan kita. Dalam situasi seperti ini, kita diliputi kebingungan dan kecemasan karena tidak mampu menemukan arah yang benar. Namun, kita tidak dapat terus berada dalam keadaan tersebut.
Kita harus menemukan jalan keluar, sebab jika tidak, hari akan semakin gelap dan bahaya dapat mengintai seperti binatang buas yang siap menerkam atau kelaparan yang mengancam hidup kita. Kita pun tidak bisa berjalan sembarangan, karena bisa saja jalan yang kita pilih justru membawa kita pada jurang, lumpur, atau bahaya yang tak pernah kita bayangkan.
Dalam situasi sulit ini, kita membutuhkan kompas sebagai penunjuk arah Timur, Barat, Utara, dan Selatan agar kita dapat menentukan jalan yang benar. Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan penuntun sejati, yakni Yesus Kristus. Tanpa Yesus Kristus, kita akan tersesat dalam kebingungan. Sebab Dialah jalan kebenaran dan hidup, seperti yang tertulis: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).
Yesus Kristus tidak hanya menunjukkan jalan kebenaran, tetapi juga menuntun kita untuk berjalan sesuai dengan kehendak Allah, bukan berdasarkan rencana kita sendiri. Dengan demikian, hidup kita dibebaskan dari kecemasan dan ketakutan, karena kita dipimpin oleh Dia yang adalah Imanuel: “Allah beserta kita” (bdk. Matius 1:23). Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah hidup kita.
Selain itu, hidup kita juga sering berada dalam kegelapan. Kita tidak mampu melihat arah, segala sesuatu terasa kosong dan hampa. Dalam kebimbangan, kita cenderung berhenti melangkah dan tenggelam dalam keputusasaan. Namun, dalam situasi seperti ini, kita membutuhkan pelita untuk menerangi kegelapan dan kehampaan hidup kita. Pelita itu adalah Yesus Kristus. Sebab Ia berkata: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yohanes 8:12).
Yesus adalah pelita yang tidak pernah padam. Ia menerangi jalan kita dalam segala situasi, terutama saat kita merasa hidup ini gelap dan tanpa harapan. Firman Tuhan juga menegaskan: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). Dengan terang Kristus, kita dibebaskan dari kegelapan dan menemukan makna hidup yang sejati dalam kasih-Nya.
Akhirnya, kita menyadari bahwa kita tidak sanggup berjalan sendiri tanpa tuntunan dan penyertaan Tuhan. Tanpa Yesus Kristus, hidup kita akan terasa tanpa arah, penuh kebingungan, kecemasan, dan kegelapan. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya, agar Yesus Kristus menjadi kompas dan pelita sejati dalam peziarahan hidup kita didunia untuk kini dan sepanjang masa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Mengapa mesti Seminari Petrus va...
Iman Yang Menyelamatkan Kita Dar...
Asrama Seminari Petrus van Diepe...
Seminari Petrus van Diepen: Ruan...
Pendidikan di Sekolah Tidak Pent...
21 Tahun Berkarya Cor Unum Et An...

Hubungi kami di :

Kirim email ke kami