Mengapa mesti Seminari Petrus van Diepen!

(RD. Daniel Gobay)
Pada tanggal 20 April tahun 2026, Seminari Petrus van Diepen (selanjutnya: SPvD), akan merayakan pesta family ke 21 tahun. Selamat untukmu alma materku, dan banyak selamat kepada kita semua yang pernah dan masih menjadi bagian dari lembaga ini.
SPvD, bagiku adalah segalanya. Tidak ada duanya. Inilah lembaga kebanggaan. Enam tahun saya sekolah (2006-2012). Selama itu pula, saya mendapat banyak ilmu dan pengetahuan. Tuhan mengirim banyak orang hebat, entah imam, frater, guru dan pegawai yang sungguh peduli dan bermurah hati. Mereka memberi aneka ilmu dan pengalaman yang kemudian memperkaya saya. Hingga saat ini, lembaga ini masih terus hidup karena orang-orang hebat itu masih terus memberi diri dan waktu, tenaga dan pemikiran mereka demi kebaikan dan keluhuran martabat dan harga diri setiap anak didik agar kelak menjadi pemimpin handal dalam segala aspek.
Pada tahun 2006, saya masuk seminari ini dan tercacat sebagai angkatan kedua (II). Tahun 2011 (angkatan I) menamatkan diri dari SPvD. Sejak saat itu hingga sekarang, bila dikalkulasi, sudah enam belas angkatan (16 angkatan) telah menamatkan diri. Tamatannya tidak hanya menjadi imam. Ada pula yang menjadi guru, tenaga medis, dokter, advokad, pilot, apoteker, ASN, pelaut serta banyak profesi lainnya.
SPvD, bagiku adalah tempat para pemimpin dibentuk, diproses dan dibina. Saya tidak menyebut, “para calon pemimpin” sebab seorang pemimpin yang tangguh dan unggul, cerdas dan militan tidak lahir dari proses pendidikan dan pembinaan, suasana dan ritme hidup yang serba gampang dan banyak kompromi. SPvD saya menyebutnya, tempat para pemimpin dibentuk, sebab lembaga pendidikan ini menawarkan segala edukasi dan formaasi melalui dinamika dan proses yang sulit dan rumit.
Ada cerita yang beredar luas dan liar, bahwa di SPvD makanannya tidak enak, hambar tanpa rasa. Ini satu contoh kisah. Dalam banyak kesempatan, di banyak tempat, banyak orang bercerita kepada saya soal ini. Sebagai salah satu alumni, saya merasa sedih sekaligus heran mendengarnya. Sedih karena, selama enam tahun sebagai warga SPvD, maupun beberapa tahun sesudahnya orang tidak mati dengan faktor makanan yang tak enak tanpa rasa itu. Harus digarisbawahu bahwa, SPvD bukan tempat atau lembaga pendidikan yang digagas oleh Mgr. Hilarion Datus Lega (Bapa Pendiri) dengan tujuan pokok demi menjamin anak didik dapat makan enak a la restoran berbintang lima (5). SPvD juga bukan tempat ketika anak-anak malas sekolah, tidak tertib, tidak disiplin lalu para pendidik dan Pembina perlu kompromi dengan semua sifat dan kelakuan buruk dan jahat dari peserta didik, baik seminaris maupun non-seminaris.
SPvD adalah rumah, ibu dan Rahim yang perlu memastikan semua berjalan dengan baik. Mana mungkin ada seminari tanpa aturan, prinsip, tata tertib serta pedoman. Semua seminari memiliki kerangka acuan pendidikan dan pembinaan yang jelas dan tegas. Lantas, ketika SPvD dalam perjalanan waktu bertahap memastikan apa yang semestinya perlu diberlakukan, justru banyak cerita dan isu miring dibangun seakan-akan merupakan suatu kebenaran mutlak yang harus dipercaya oleh semua orang. Dari isu, makanan tidak enak sampai kualitas pendidikan yang menurun. Seakan bila masakan yang disediakan di SPvD enak dan sedap, otomatis mengdongkrak prestasi lembaga dan sekolah. Ini jalan pikiran yang sesat.
Kualitas diri seseorang, tidak ditentukan oleh pendidik, guru dan lembaga di mana dia dibentuk dan dididik. Namun, pertama-tama oleh motivasi setiap seminaris dan siswa bersangkutan itu sendiri. Karakter dan kehebatannya, ditentukan oleh buku apa yang dibaca, keseriusan dan kedisiplinan yang dijalani dengan tekun dan setia. SPvD sekalipun masih terus membenah dalam banyak hal, namun lembaga ini telah menyediakan semua fasilitas penunjang pendidikan dan pembinaan agar melahirkan semua anak didik menjadi hebat dan professional pada panggilan dan pilihan hidupnya masing-masing.
Selamat ulang tahun SPvD-ku tersayang. I love ko banyak
19 April 2026
Nabire-Minggu Paskah III
Amakaneeeee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Mengapa mesti Seminari Petrus va...
Iman Yang Menyelamatkan Kita Dar...
Asrama Seminari Petrus van Diepe...
Seminari Petrus van Diepen: Ruan...
Pendidikan di Sekolah Tidak Pent...
21 Tahun Berkarya Cor Unum Et An...

Hubungi kami di :

Kirim email ke kami