Staf Guru dan Tendik SMP-SMA Seminari Petrus van Diepen Gelar Pertemuan Luar Biasa, Perkuat Semangat Membangun Rumah Kehidupan

Para guru dan Tendik SMP dan SMA SPvD
Mariat Pantai, 8 Agustus 2026 — Staf guru dan tenaga kependidikan (Tendik) SMP dan SMA Seminari Petrus van Diepen (SPvD) menggelar pertemuan luar biasa pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi ruang bersama untuk melihat kembali dinamika kehidupan di lingkungan sekolah sekaligus memperkuat komitmen seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dalam menciptakan suasana pendidikan yang nyaman, disiplin, dan penuh tanggung jawab.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh R. P. Adrianus Bon, selaku Rektor Seminari Petrus van Diepen, didampingi oleh Wakil Rektor, P. Fabi, O’Carm, serta Kepala Sekolah SMA Seminari Petrus van Diepen sekaligus Ekonom SPvD, P. Vian Arianto. Pertemuan dihadiri oleh para guru dan tenaga kependidikan dari jenjang SMP dan SMA Seminari Petrus van Diepen.
Salah satu agenda utama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut adalah dinamika kehidupan di sekolah. Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek akademik, tetapi juga menyangkut bagaimana seluruh warga sekolah dapat membangun lingkungan pendidikan yang menjadi tempat bertumbuh bersama, baik bagi para siswa maupun bagi para guru dan tenaga kependidikan.
Dalam arahannya, P. Adrianus Bon menegaskan bahwa Seminari Petrus van Diepen harus dipandang sebagai sebuah “rumah kehidupan”. Sebagai rumah kehidupan, seminari diharapkan mampu menghadirkan rasa nyaman, aman, dan penuh kekeluargaan bagi setiap orang yang berada di dalamnya.
“Seminari adalah rumah kehidupan.”
Penegasan tersebut menjadi sebuah ajakan agar seluruh warga seminari tidak hanya melihat sekolah sebagai tempat untuk melaksanakan tugas dan kewajiban, tetapi sebagai ruang bersama untuk membangun kehidupan, membentuk karakter, serta mendampingi para siswa dalam proses pertumbuhan mereka.
Menurutnya, rasa nyaman di lingkungan sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana yang mendukung proses belajar dan pembentukan kepribadian siswa. Demikian pula para siswa diharapkan dapat belajar menghargai lingkungan sekolah sebagai rumah bersama.
Senada dengan hal tersebut, P. Fabi, O’Carm menekankan pentingnya pemberian diri para guru dalam proses pendidikan, khususnya ketika berada di dalam kelas. Mengajar tidak semata-mata dipahami sebagai kegiatan menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian dan pendampingan terhadap para siswa.
Guru diharapkan mampu hadir secara utuh bagi siswa, dengan perhatian, kesabaran, tanggung jawab, dan keteladanan. Kehadiran seorang guru di kelas menjadi bagian penting dalam membangun suasana belajar yang hidup serta membantu siswa berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Pemberian diri tersebut menjadi semakin penting karena pendidikan di seminari tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik. Pendidikan juga menyentuh aspek kepribadian, kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, guru dan tenaga kependidikan dipanggil untuk memberikan teladan melalui sikap dan tindakan sehari-hari.
Sementara itu, P. Vian Arianto, selaku Kepala Sekolah SMA Seminari Petrus van Diepen sekaligus Ekonom SPvD, melanjutkan pembahasan dengan memberikan perhatian khusus pada aspek kedisiplinan. Menurutnya, kehidupan sekolah yang baik membutuhkan kedisiplinan dari semua pihak.
Kedisiplinan tidak hanya ditujukan kepada para siswa, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah, termasuk guru dan tenaga kependidikan. Dengan kedisiplinan yang dibangun secara bersama-sama, berbagai kegiatan pendidikan dapat berjalan dengan lebih teratur, efektif, dan bertanggung jawab.
Pertemuan luar biasa ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMP dan SMA Seminari Petrus van Diepen untuk kembali menyatukan langkah. Kenyamanan, pemberian diri, dan kedisiplinan menjadi tiga hal penting yang saling berkaitan dalam membangun kehidupan sekolah yang sehat dan mendukung proses pendidikan.
Lebih dari sekadar sebuah pertemuan, kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk semakin menyadari peran masing-masing dalam kehidupan Seminari Petrus van Diepen. Setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki kontribusi terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang baik.
Dengan semangat Seminari sebagai rumah kehidupan, seluruh staf guru dan Tendik diajak untuk terus membangun budaya sekolah yang penuh kepedulian, kebersamaan, tanggung jawab, dan disiplin. Dengan demikian, SMP dan SMA Seminari Petrus van Diepen diharapkan semakin mampu menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri menyongsong masa depan.
Pertemuan ini menegaskan kembali bahwa membangun sekolah bukan hanya tentang gedung dan program, tetapi terutama tentang membangun manusia dan kehidupan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Lainnya

Staf Guru dan Tendik SMP-SMA Sem...
Pagi Ceria Warnai Hari Pertama M...
Pak Yan Sedik dan Kepeduliannya ...
Mengapa mesti Seminari Petrus va...
Iman Yang Menyelamatkan Kita Dar...
Asrama Seminari Petrus van Diepe...

Hubungi kami di :

Kirim email ke kami